KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas
segala limpahan
Rahmat,Taufik dan Hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan
penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana.
Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca tentang Biaya Produksi.
Rahmat,Taufik dan Hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan
penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana.
Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca tentang Biaya Produksi.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah
pengetahuan bagi pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi
makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena
pengetahuan yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan
kepada pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk
kesempurnaan makalah ini.
Batam, Oktober 2015
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN
KATA PENGANTAR
............................................................................. ii
DAFTAR
ISI ........................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN .......................................................... 1
Latar Belakang
Masalah ................................................. 1
Rumusan Masalah
........................................................... 2
Tujuan Penelitian ............................................................ 2
Manfaat
Penulisan ........................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ...............................................................
4
Pengertian biaya produksi .............................................
4
Biaya jangka panjang & jangka
pendek........................ 6
Skala ekonomi dan tidak ekonomi..................................
19
BAB III PENUTUP
....................................................................... 25
Kesimpulan
...................................................................... 25
Saran ................................................................................
26
DAFTAR
PUSAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Di dalam dunia ekonomi modern, terutama
mengenai makna biaya dan produksi, menjadi salah satu hal yang harus
diperhatikan yang tidak bisa dipisahkan layaknya uang keping logam yang
memiliki dua muka yang berbeda namun dalam satu kesatuan.
Seiring dengan berkembangnya ilmu
teknologi, ilmu pengetahuan, dan bertambahnya penduduk, memaksa kebutuhan hidup
terus meningkat. Pada saat ini Kebutuhan hidup tidak bisa diambil langsung dari
alam, akan tetapi harus diolah dahulu dengan cepat, efesien, dan harga
terjangkau. Keadaan ini dimanfaatkan dengan baik oleh sebagian orang untuk
memperoleh keuntungan. Akan tetapi, permintaan pasar berubah-ubah sehingga
menyulitkan perusahaan untuk melakukan kegiatan produksinya, produk apa yang
akan di produksi? Namun dalam melakukan
proses produksi suatu barang, perusahaan seharusnya memperhatikan beberapa hal
sebelum melakukan produksi, salah satunya kekuatan finansial yang mereka
miliki, seperti biaya produksi.
Biaya produksi merupakan proses
mengeluarkan pengorbanan yang biasanya dapat berupa uang atau peralatan, agar
produksi dapat dilaksanakan. Selain biaya produksi, ada biaya-biaya lain yang
harus diperhatikan, seperti biaya admintrasi, biaya keuangan, dan biaya
pemasaran. Selain itu biaya produksi dapat dibagi dua pula berdasarkan jangka
yaitu jangka pendek dan jangka panjang.Dalam kasus perusahaan besar yang
memiliki aset yang cukup banyak, dalam melakukan proses produksi tentu sudah
ada perhitungan yang matang jumlah produk yang harus diproduksi supaya
memperoleh keuntungan.Oleh sebab itu penulis menulis sebuah makalah yang
bertajuk “Biaya Produksi
1.2 RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah
dalam tugas mandiri ini adalah :
1. Bagaimanakah
pengertian teori Biaya Produksi menurut para ahli ?
2. Beberapa
konsep biaya jangka pendek dan jangka panjang ?
3. Berbagai
bentuk kurva jangka pendek dan jangka panjang ?
4. Penjelasan
skala ekonomi dan skala tidak ekonomi ?
1.3 TUJUAN PENULISAN
1.
Agar mengetahui definisi biaya produksi
dari para ahli.
2.
Agar mengetahui konsep biaya jangka
pendek dan jangka panjang.
3.
Agar mengetahui bentuk – bentuk kurva
jangka pendek dan jangka panjang.
4.
Agar mengatahui definisi skala ekonomi
dan skala tidak ekonomi.
1.4 MANFAAT PENULISAN
1.4.1 Manfaat Teoristis
Dari aspek teoristis akan memperdalam
pemahaman mengenai biaya produksi. Kita akan menjadi tau bagaimana sebenarnya
Konsep-konsep pada biaya produksi bagaimana cara mengalokasikan dana agar barang
produksi bisa dijual di pasaran
.
.
1.4.2 Manfaat Praktis
Setelah membaca tugas mandiri yang
penulis buat maka secara tidak langsung pembaca akan mengetahui bagaimana
sebenarnya aspek biaya produksi tersebut dalam sebuah pasar produksi dan bisa
langsung untuk mempraktikannya di dunia pasar secara nyata.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN TEORI BIAYA PRODUKSI
Ada beberapa pengertian biaya produksi menurut para ahli yaitu :
Biaya produksi yakni biaya-biaya
yang berhubungan langsung dengan produksi
dari suatu produk dan akan dipertemukan dengan penghasilan di periode mana
produk itu dijual (Abdul Halim, 1998) .
Biaya
produksi merupakan biaya-biaya yang berhubungan dengan produksi suatu item,
yaitu jumlah dari bahan langsung, upah langsung, biaya langsung , dan biaya
overhead pabrik (Amin Widjaya Tunggal, 1993)
Biaya
produksi merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi
produk jadi yang siap untuk dijual (Mulyadi,1995)
Biaya
produksi adalah biaya produksi itu sendiri mencakup semua biaya yang terkait
dengan pemerolehan atau pembuatan suatu produk
(Garrison, Ray H., Eric W. Noreen, Peter
C. Brewer, 2008)
Dari
beberapa pendapat para ahli intinya tetap sama yaitu :
Biaya
produksi adalah semua pengeluaran yang digunakan dalam proses produksi untuk
menghasilkan barang atau jasa . Atau Biaya Produksi dapat didefinisikan sebagai
semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor
produksi dan bahan-bahan mentah yag akan digunakan untuk menciptakan
barang-barang yang diproduksikan perusahaan tersebut.
Biaya
produksi yang dikeluarkan setiap perusahaan dapat dibedakan menjadi beberapa
jenis :
1.
Biaya eksplisit
Biaya eksplisit adalah
pengeluaran-pengeluaran perusahaan yang berupa pembayaran dengan uang untuk
mendapatkan faktor-faktor produksi dan bahan mentah yang dibutuhkan .
2.
Biaya tersembunyi
Biaya tersembunyi adalah taksiran
pengeluaran terhadap faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh perusahaan itu
sendiri. Pengeluaran yang tergolong dengan biaya tersembunyi antara lain adalah
Pembayaran untuk keahlian perusahaan produsen tersebut, modalnya sendiri yang
digunakan dalam perusahaan, dan bangunan perusahaan yang dimilikinya.
3.
Biaya Langsung dan Biaya Tidak Langsung
Biaya Langsung adalah biaya yang dapat
dihitung untuk tiap unit output yang dihasilkan. yang termasuk biaya langsung
adalah biaya untuk pembelian bahan baku, biaya tenaga kerja yang langsung
menganai produksi.
4.
Biaya Kesempatan(oppotunity cost) dan
Biaya Historis
Biaya kesempatan adalah niai dari
sumber-sumber ekonomi dalam penggunaan alternatif yang paling baik. Misalnya
dalam pembuatan secara alternatif yaitu
kayu . Kayu dapat digunakan untuk menghasilkan sesuatu barang maka ada
kesempatan yang hilang untuk menghasilkan barang lain dengan kayu tersebut.
5.
Nilai kesempatan yang hilang ini
merupakan biaya kesempatan.
Biaya historis adalah biaya yang
dikeluarkan perusahaan waktu membeli faktor produksi.
6.
Biaya Incremental
Adalah
biaya yabng timbul sebagai akibat keputusan yang telah dibuat.
7.
Biaya Relevan
Adalah biaya yang akan dibebankan bila
suatu keputusan telat dilakukan.
2.2 FUNGSI BIAYA JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG
Analisis
mengenai biaya produksi perusahaan perlu dibedakan kepada dua jangka waktu:
jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendek adalah jangka waktu dimana
perusahaan dapat menambah salah satu factor produksi yang digunakan dalam
proses produksi. Dengan perkataan lain, dalam analisis dimisalkan bahwa
sebagian dari factor-faktor produksi yang digunakan dianggap tetap jumlahnya.
Sedangkan jangka panjang adalah jangka waktu dimana semua factor produksi dapat
mengalami perubahan, yaitu jumlahnya dapat ditambah apabila pertambahan itu
diperlukan.
Biaya
produksi, menurut Sadono Sukirno didefinisikan sebagai semua pengeluaran yang
dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh factor-faktor produksi dan
bahan-bahan mentah yang akan digunakan untuk menciptakan barang-barang yang
akan diproduksikan perusahaan tersebut. (Sadono Sukirno 2008:208). Biaya
produksi yang dikeuarkan perusahaan dapat dibedakan menjadi dua jenis: biaya
eksplisit dan biaya tersembunyi (imputed cost). Biaya eksplisit adalah
pengeluaran-pengeluaran perusahaan yang berupa pembayaran dengan uang untuk
mendapatkan factor-faktor produksi dan bahan mentah yang dibutuhkan. Sedangkan
biaya produksi adalah taksiran pengeluaran terhadap factor-faktor produksi yang
dimiliki oleh perusahaan itu sendiri.
Menurut
Karl E. Case & Ray C. Fair dalam jangka pendek, semua perusahaan
(kompetitif maupun nonkompetitif) memiliki biaya yang harus mereka tanggung
apapun output mereka. Sebenarnya, beberapa biaya tetap harus dibayar meskipun
berusaha berhenti berproduksi yakni, meskipun outputnya nol. Jenis biaya ini
disebut biaya tetap, biaya tetap adalah segala biaya yang tidak tergantung pada
tingkat output perusahaan. Biaya ini tetap timbul meskipun perusahaan tidak
memproduksi apapun. Tidak ada biaya tetap dalam jangka panjang, dan perusahaan
tidak bisa melakukan apapun dalam jangka pendek untuk menghindarinya atau
mengubahnya. Dalam jangka panjang, suatu perusahaan tidak memiliki biaya tetap,
karena perusahaan itu bisa memperluas, mempersempit, atau keluar dari industry.
Perusahaan
memang memiliki biaya tertentu dalam jangka panjang yang tergantung pada
tingkat output yang mereka pilih. Jenis biaya ini disebut dengan biaya varibel,
biaya variable adalah baiya yang tergantung pada tingkat produksi yang dipilih.
Biaya tetap dan biaya variable merupakan penyusun biaya total, biaya total
adalah biaya tetap ditambah biaya variable.
2.2.1 Pengertian Biaya Produksi Jangka Pendek
2.2.1 Pengertian Biaya Produksi Jangka Pendek
Tabel
10.1 menunjukkan nilai-nilai berbagai pengertian biaya produksi yang
dikeluarkan untuk menghasilkan suatu barang. Dalam membuat contoh yang terdapat
dalam table 10.1 tersebut dimisalkan tenaga kerja adalah factor produksi yang
berubah-ubah jumlahnya, sedangkan factor produksi yang lain jumlahnya
tetap.Sehingga keseluruhan jumlah biaya produksi yang dikeluarkan produsen
dapat dibedakan kepada dua jenis pembiayaan yaitu biaya yang selalu berubah dan
biaya tetap.
Jumlah pekerja
|
Jumlah produksi
|
Biaya tetap total
|
Biaya berubah total
|
Biaya total
|
Biaya marjinal
|
Biaya tetap rata-rata
|
Biaya berubah rata-rata
|
Biaya total rata-rata
|
0
|
0
|
50
|
0
|
50
|
-
|
-
|
-
|
-
|
1
|
2
|
50
|
50
|
100
|
25
|
25
|
25
|
50
|
2
|
6
|
50
|
100
|
150
|
12.5
|
12.5
|
16.7
|
25
|
3
|
12
|
50
|
150
|
200
|
8.3
|
8.3
|
12.5
|
16.5
|
4
|
20
|
50
|
200
|
250
|
6.25
|
6.25
|
10
|
12.5
|
5
|
27
|
50
|
250
|
300
|
7.1
|
7.1
|
9.3
|
11.1
|
6
|
33
|
50
|
300
|
350
|
8.3
|
8.3
|
9.1
|
10.6
|
7
|
38
|
50
|
350
|
400
|
10.0
|
10.0
|
9.2
|
10.5
|
8
|
42
|
50
|
400
|
450
|
12.5
|
12.5
|
9.5
|
10.7
|
9
|
45
|
50
|
450
|
500
|
16.7
|
16.7
|
10
|
11.1
|
10
|
47
|
50
|
500
|
550
|
25
|
25
|
10.6
|
11.7
|
11
|
48
|
50
|
550
|
600
|
50
|
50
|
11.5
|
12.5
|
Tabel
10.Biaya Produksi dalam Jangka Pendek (dalam ribuan rupiah)
a. Biaya
Total (TC)
Biaya total merupakan jumlah keseluruhan
biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan yang terdiri dari biaya tetap dan
biaya variabel.
Biaya total dapat dihitung dengan
menggunakan rumus sebagai berikut:
TC
= TFC + TVC
b. Biaya
Tetap Total (TFC)
Biaya tetap merupakan biaya yang tidak
berubah mengikuti tingkat produksi. Sebagai contoh adalah biaya peneliharaan
pabrik dan asuransi, biaya abonemen telepon bulanan. Biaya tetap dapat dihitung
sama seperti biaya variabel, yaitu dari penurunan rumus menghitung biaya total.
Penuruanan rumus tersebut, adalah:
TC
= FC + VC
FC
= TC – VC
Dalam
Tabel 10.1 besarnya biaya tetap total, yang ditunjukkan dalam kolom (3), adalah
Rp 50.000
c. Biaya
Berubah Total (TVC)
Biaya variabel merupakan biaya yang
berubah secara linier sesuai dengan volume output operasi perusahaan. Sebagai
contoh adalah biaya pulsa telepon bulanan, biaya pengeluaran untuk upah dan
bahan baku. Biaya variabel dapat dihitung dari penurunan rumus menghitung biaya
total, yaitu:
TC
= FC + VC
VC
= TC – FC
Dalam
table 10.1, dimisalkan setiap tenaga kerja yang digunakan memperoleh pendapatan
sebesar Rp 50.000. Berdasarkan pemisalan ini, biaya berubah total ditunjukkan
dalam kolom (4).
d. Biaya
Tetap Rata-rata (AFC)
Biaya tetap rata-rata merupakan biaya
yang apabila biaya tetap (FC) untuk memproduksi sejumlah barang tertentu (Q)
dibagi dengan jumlah produksi tersebut. Biaya tetap rata-rata dapat dihitung
dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
AFC
= TFC / Q
e. Biaya
Berubah Rata-rata (AVC)
Biaya variabel rata-rata merupakan biaya
yang apabila biaya variabel (VC) untuk memproduksi sejumlah baran (Q) dibagi
dengan jumlah produksi tertentu. Biaya variabel rata-rata dapat dihitung dengan
menggunakan rumus sebagai berikut, yaitu:
AVC
= TVC / Q
f. Biaya
Total Rata-rata (AC)
Biaya total rata-rata merupakan biaya
yang apabila biaya total (TC) untuk memproduksi sejumlah barang tertentu (Q)
dibagi dengan jumlah produksi oleh perusahaan. Biaya total rata-rata dapat
dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut, yaitu:
AC
= TC / Q atau AC = AFC + AVC
g. Biaya
Marjinal (MC)
Biaya marginal dapat juga dikatakan
sebagai biaya pertambahan (incremental cost). Biaya marginal merupakan kenaikan
biaya produksi yang dikeluarkan untuk menambah produksi sebanyak satu unit
keluaran tambahan. Biaya marginal dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
MCn
= TCn – TC n-1 atau MCn = ∆TC / ∆Q
Perhatikan Tabel 10.1. Misalkan jumlah
tenaga kerja bertambah dari 2 menjadi 3. Dapat dilihat bahwa produksi bertambah
dari 6 menjadi 12 unit (jadi bertambah 6 unit) dan biaya produksi bertambah
sebanyak Rp 50.000, yaitu dari sebanyak Rp 150.000 menjadi Rp 200.000. Dengan
demikian biaya marjinal adalah Rp 50.000 / 6 unit = Rp 8333
Ø BENTUK
KURVA JANGKA PENDEK
1.
KURVA BIAYA TOTAL
Dalam gambar diatas digambarkan 3 jenis kurva yang
termasuk dalam golongan kurva-kurva biaya total rata-rata, yaitu:
·
Kurva TFC yang menggambarkan biaya tetap
total
·
Kurva TVC yang menggambarakan biaya
berubah total
·
Kurva TC yang menggambarkan biaya total
Pada permulaannya apabila jumlah factor
berubah adalah sedikit, produksi marjinal meningkat dan menyebabkan TVC
berbentuk agak landai (lihat bagian ab) tetapi, apabila produksi sudah semakin
banyak, produksi marjinal semakin berkurang dan menyebabkan kurva TVC semakin tegak
(lihat bagian bc).
|
|

![]() |
||||
|
||||
Gambar 1.1
2.
KURVA BIAYA RATA-RATA

|


Kurva-kurva dalam
gambar 10.2 dilukis berdasarkan kepada angka-angka yang terdapat dalam table
10.1. Kurva biaya tetap rata-rata berbentuk menurun dari kiri atas ke kanan
bawah. Bentuk yang demikian disebabkan karna ia menggambarkan bahwa semakin besar
jumlah produksi, semakin kecil biaya tetap rata-rata.
|
|
|
|
|
|
|||
![]() |
|||
|
Gambar 1.2
3.
HUBUNGAN KURVA MC DAN AVC DAN AC
Dalam menggambarkan kurva-kurva biaya
rata-rata perlulah disadari dan diingat bahwa kurva AVC dan AC dipotong oleh
kurva MC pada titik terendah dari masing-masing kurva tersebut. Hal itu harus
dibuat agar tidak menyalahi hukum matematik.
![]() |
|||||||
![]() |
|||||||
![]() |
|||||||
Gambar 1.3
4.
|
KURVA MC
|

![]() |
|||
![]() |
|||
Gambar
1.4
Kurva MC menimbulkan sedikit masalah
dalam menggambarkan, karena ia menunjukkan pertamn=bahan biaya kalau produksi
naik satu unit. Dengan demikian ada dua tingkat produksi yang berkaitan dengan
efek tersebut, tingkat produksi sebelum dan sesudah kenaikan produksi.
Disebabkan oleh hal ini, titik-titik yang menggambarkan biaya merjian harus
digambarkan diantara kedua-dua tingkat produksi tersebut. Ini berarti, sebagai
conoh, titik yang menggambarkan biaya marjinal naik dari 0 unit menjadi 1 unit
harus dibuat ditengah-tengah unit produksi 0 dan 1 titik. Contoh lain, untuk
menggambarkan biaya marjinal pada waktu produksi naik dari 6 unit menjadi 12
unit, harus dibuat diatas tingkat produksi sebanyak 9 unit (karena unit
produksi ke-9 adalah ditengah-tengah 6 unit dan 12 unit). Keadaan ini menggambarkan
titik A. Menggambarkan contoh lain, perhatikan cara menentukan titik pada MC
pada ketika jumlah produksi bertambah dari 33 unit menjadi 38 unit. Untuk
kenaikan produksi ini MC = Rp 10000. Keadaan ini digambarkan oleh titik B.
Gambar 1.3 secara khusus menunjukkan kurva MC yang dilukis berdasarkan data
biaya marjinal pada table 10.
2.2.2 Biaya Produksi Jangka Panjang
Dalam jangka panjang perusahaan dapat
menambah semua faktor produksi atau input yang akan digunakannya. Oleh karena
itu, biaya produksi tidak perlu lagi dibedakan antara biaya tetap dan
biaya berubah. Di dalam jangka panjang tidak ada biaya tetap, semua jenis biaya
yang dikeluarkan merupakan biaya berubah.
Ini berarti bahwa perusahaan-perusahaan bukan saja dapat menambah tenaga kerja tetapi juga dapat menambah jumalah mesin dan peralatan produksi lainnya, luas tanah yang digunakan (terutama dalam kegiatan pertanian) dan luasnya bangunan/pabrik yang digunakan. Sebagai akibatnya, dalam jangka panjang terdapat banyak kurva jangka pendek yang dapat dilukiskan.
Ini berarti bahwa perusahaan-perusahaan bukan saja dapat menambah tenaga kerja tetapi juga dapat menambah jumalah mesin dan peralatan produksi lainnya, luas tanah yang digunakan (terutama dalam kegiatan pertanian) dan luasnya bangunan/pabrik yang digunakan. Sebagai akibatnya, dalam jangka panjang terdapat banyak kurva jangka pendek yang dapat dilukiskan.
Ø CARA
MEMINIMUMKAN BIAYA KURVA JANGKA PANJANG
Karena dalam jangka panjang perusahaan dapat
memperluas kapasitas produksinya, ia harus menentukan besarnya kapasitas pabrik
(plant size) yang akan meminimumkan biaya produksi. Dalam analisis ekonomi
kapasitas pabrik digambarkan oleh kurva bioaya total rata-rata (AC). Dengan
demikian analisis mengenai bagaimana produsen menganalisis kegiatan produksinya
dalam usahanya meminimumkan biaya dapat dilakukan dengan memperhatikan kurva AC
untuk kapasitas yang berbeda-beda.
![]() ![]() |
|||||
|
|||||
Gambar 1.5
Contoh yang menggambarkan bagaimana
analisis tersebut dibuat ditunjukkan dalam gambar. Dimisalkan terdapat 3
kapasitas pabrik yang dapat digunakan oleh pengusaha. Kapasitas 1 ditunjukkan
oleh AC1, kapasitas 2 ditunjukkan oleh AC2, dan kapasitas 3
ditunjukkan oleh AC3. Dalam contoh ini pada hakikatnya pengusaha mempunyai
3 pilihan dalam menggunakan alat-alat produksi : kapasitas 1, kapasitas 2,
kapasitas 3. Berturut-turut biaya produksi akan dikeluarkan untuk menggunakan
masing-masing kapsitas tersebut adalah seperti ditunjkkuan oleh
AC1, AC2, AC3. Yang manakah kapasitas yang akan dipilih produsen
? Faktor apakah yang menetukan pilihan tersebut.
Faktor yang akan menetukan kapasitas
produksi yang digunakan adalah tingkat produksi yang ingin dicapai. Apabila
perusahaan tersebutingin mencapai produksi sebanyak 100 unit, adalah lebih baik
untuk menggunakan kapasitas 1 (lihat titik A). Kalau yang digunakan adalah
kapasitas 2 (seperti dalam gambar, biaya produksinya adalah lebih tinggi (
lihat titik B). Kapasitas 1 adalah kapasitas yang paling efisien, dan akan
meminimumkan biaya produksi, untuk produksi di bawah 130 unit. Untuk
produksi di antara 130 dan 240 unit, kapasitas 2 adalah yang paling efisien,
karena biaya produksi adalah paling minimum dengan menggunakan kapasitas
tersebut. Ini dapat dilihat misalnya untuk produksi sebanyak 160 unit. Seperti
dapat dilihat dalam gambar. AC1 berada di atasAC2, yang berarti
dengan menggunakan kapasitas satu biaya akan lebih tinggi daripada menggunakan
kapasitas 2. Untuk produksi melebihi 240 unit, misalnya 275 unit, kapasitas 3
adalah yang harus digunakan produsen. Penggunaan ini akan meminimumkan biaya.
Dari contoh ini dapat disimpulkan bahwa peminimumman biaya jangka panjang
tergantung kepada 2 faktor berikut :
1
Tingkat produksi yang ingin dicapai
2
Sifat dari pilihan kapasitas pabrik yang
tersedia
2.3 SKALA EKONOMI DAN TIDAK EKONOMI
2.3.1
SKALA EKONOMI
Skala kegiata produksi jangka penjang
dikatakan bersifat mencapai skala ekonomi apabila pertambahan produksi
menyebabkan biaya produksi rata-rata menjadi semakin rendah. Produksi yang semakin
tinggi menyebabkan perusahaan menambah kapasitas produksi, dan pertambahan
kapasitas ini menyebabkan kegiatan memproduksi bertambah efisien. Ini
mencerminkan oleh biaya produksi yang bertambah rendah.
Ada
beberapa faktor penting yang menimbulkan skala ekonomi :
1. Spesialisasi
Faktor-faktor Produksi
Dalam perusahaan yang kecil ukurannya,
para pekerja harus menjalankan beberapa tugas. Oleh sebab itu mereka tidak
dapat mencapai keterampilan yang tinggi di dalam mengerjakan tugas tertentu.
Dalam perusahaan yang besar perlu adanya dilakukan spesialisasi. Setiap pekerja
diharuskan melakukan suatu pekerjaan tertentu saja, dan ini menambah
keterampilan mereka. Produktivitas mereka bertambah tinggi dan akan menurunkan
biaya per unit.
2. Pegurangan
Harga Bahan Mentah dan Kebutuhan Produksi Lain
Setiap perusahaan membeli bahan mentah,
mesin-mesin, dan berbagai jenis peralatan untuk melakukan kegiatan produksi.
Harga bahan-bahan tersebut akan memnjadi bertambah murah apabila pembelian
bertambah banyak. Makin tinggi produksi, makin banyak bahan-bahan mentahdan
peralatan produksi yang digunakan. Keadaan ini menyebabkan biaya per unit akan
menjadi semakin murah.
3. Memungkinkan
Produk Sampingan(by-Products) Diproduksi
Di dalam perusahaan-perusahaan
adakalanya terdapat bahan-bahan yang terbuang(waste), yaitu barang-barang yang
tidak terpakai yang merupakan residu yang diciptakan oleh proses produksi. Di
dalam perusahaan yang kecil biasanya jumlah tidak banyak dan tidak ekonomis
untuk diproses menjadi barang sampingan. Tetapi kalau perusahaan merupakan
kegiatan memproduksi yang besar, dan memiliki barang residu yang cukup banyak,
barang residu ini dapat diproses menjadi barang yang diproduksi secara
sampingan. Kegiatan yang baru ini akan menurunkan biaya per unit dari keseluruhan
operasi perusahaan.
4. Mendorong
Perkembangan Usaha Lain
Kalau sesuatu perusahaan telah menjadi
sangat besar, timbul permintaan yang cukup ekonomis untuk mengembangkan
kegiatan di bidang usaha lain yang menghasilkan barang-barang atau fasilitas
yang dibutuhkan perusahaan yang besar tersebut. Sebagai contoh, pembesaran
perusahaan lain akan mendorong pemerintah menyediakan jaringan pengangkutan
yang baik, dan fasilitas penyediaanair dan listrik yang murah. Disamping itu
perusahaan-perusahaan yang menyediakan jasa-jasa kepada perusahaan yang besar
tersebut akan berkembang. Berbagai perkembangan ini akan mengurangi biaya per
unit.
2.3.2 SKALA TIDAK EKONOMI
Kegiatan memproduksi suatu perusahaan
dikatakan mencapai skala tidak ekonomi apabila pertambahan produksi menyebabkan
biaya produksi rata-rata menjadi semakin tinggi. Keadaan ini diwujudkan oleh
kegiatan memproduksi yang menurun efisiennya.
Wujudskala tidak ekonomi terutama
disebabkan oleh organisasi perusahaan yang sudah menjadi sangat besar sekali
sehingga menimbulkan kerumitan di dalam mengatur dan memimpinnya. Perusahaan
yang terus menerus membesar biasanya berarti jumlah tenaga kerja yang digunakan
meliputi beribu-ribu orang, dan mempunyai pabrik dan cabang di berbagai tempat.
Sebagai akibatnya kegiatan dan organisasi perusahaan itu sudah menjadi sangat
kompleks. Tidak mungkin lagi ia dipimpin oleh seorang manajer saja. Ini dapat
mengakibatkan pengambilan keputusan dan kebijakan perusahaan yang sangat kaku
dan memakan waktu yang lama untuk merumuskannya. Keadaan ini mengurangi
efisiensi kegiatan perusahaan, dan menyebabkan biaya produksi rata-rata semakin
tinggi.
2.3.3
BEBERAPA BENTUK KURVA LRAC
Sifat skala ekonomi dan skala tidak
ekonomi dari kegiatan berbagai perusahaan merupakan faktor yang sanagat penting
di dalam menentukan jumlah perusahaan di dalam sesuatu industri. Keadaan ini
juga akan mempengaruhi bentuk kurva biaya total rata-rata jangka panjang yang
dihadapi setiap perusahaan. Secara kasar dapat dibedakan tiga bentuk dari LRAC,
yaitu seperti yang ditunjukkan dalam gambar.
![]() |
|||||
Gambar (i)
Dalam grafik (i) kurva LRAC sangat cepat
penurunannya, tetapi ia sangat cepat pula mengalami kenaikan. Ini berarti
kenaikan produksi yang sedikit saja telah menimbulkan skala ekonomi yang sangat
menguntungkan (yaitu biaya produksi rata-rata sangat cepat pengurangannya),
tetapi pada tingkat produksi yang relatif rendah, skala tidak ekonomi sudah
mulai wujud. Industri yang LRACnya berbentuk demikian pada umumnya terdiri dari
banyak perusahaan, dan masing-masing perusahaan tersebut berukuran kecil.
![]() |
||||||
0 Q
Gambar (ii)
Gambar (ii)
Dalam grafik (ii) juga pada permulaannya
skala ekonomi sangat menguntungkan tetapi ia juga tidak berlangsung lama. Akan
tetapi ia diikuti oleh kuva LRAC yang datar yang berarti pada tahap permulaan
skala tidak ekonomi belum lagi menguasai kegiatan perusahaan. Baru pada tingkat
produksi yang tinggi skala tidak ekonomi mulai berlaku. Industri yang mempunyai
kurva LRAC yang berbentuk demikian terdiri dari beberapa perusahaan besar dan
beberapa perusahaan yang kecil. Jadi besarnya perusahaan-perusahaan dalam
industri tersebut tidak seragam dan jumlah perusahaan masih relatif besar.
![]() |
||||||
0 Q
Gambar (iii)
Apabila kurva LRAC adalah seperti yang
ditunjukkan oleh grafik (iii), industri biasanya terdiri dari
perusahaan-perusahaan yang sangat besar ukurannyadan jumalah perusahaan dalam
industri tersebut relatif sedikit. Hanya beberapa perusahaan terdapat dalam
sesuatu industri. Industri adalah bersifat sedemikian karena skala ekonomi
tetap wujud sehingga ke jumlah produksi yang sangat banyak dan dapat menguasai
pasaran.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Biaya Produksi merupakan semua beban
yang harus dikeluarkan oleh produsen untuk dapat menghasilkan suatu barang /
produksi. Dalam Teori ini, dikenal berbagai macam biaya dan dibedakan menurut
jangka waktunya yakni jangka pendek dan jangka panjang.
Biaya tetap ialah Biaya yang besarnya
tidak tergantung pada hasil Produksi, artinya biaya tetap dikeluarkan dengan
jumlah sama meskipun hasil produksi mengalami penurunan, Sedangkan Biaya Variabel
ialah Biaya yang besarnya berubah-ubah mengikuti tingkat produksi, artinya
biaya ini akan semakin banyak dikeluarkan apabila produksi yang dihasilkan
semakin meningkat.
Pada Teori biaya Produksi Periode
Jangka Panjang semua biaya bersifat Variabel(berubah-ubah). Sedangkan pada
periode Jangka Pendek biaya bersifat tetap ( tidak berubah). Namun
hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa biaya tetap pada periodejangka
pendek juga akan mengalami perubahan. Tentu hal ini dikarenakan Faktor –
factor tertentu yang harus menambah biaya tersebut. Misalkan dalam suatu usaha
perkembangan dari usaha tersebut sangat maju dan oleh karena itu diperlukan
tambahan peralatan untuk menunjang hasil produksi tersebut. Maka tambahan biaya
tetap dalam jangka waktu tersebut memang harus dikeluarkan.
3.2 SARAN
Agar dapat melakukan perhitungan harga
pokok produksi yang tepat, perusahaan harus mengadakan pengelompokkan atau
pengkhlasifikasian biaya, agar biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan
dapat di bebankan dengan tepat sehingga perusahaan dapat menentukan harga jual
produknya secara wajar, dalam arti tidak terlalu rendah maupun tidak terlalu
tinggi jika dibandingkan dengan produk sejenis yang dihasilkan perusahaan lain
sehingga produk yang di hasilkan perusahaan dapat bersaing dipasar.
DAFTAR
PUSAKA
Karl E. Case, Ray C.
Fair. Prinsip-Prinsip Ekonomi(Case and Fair). 2006. Jakarta. Erlangga
Munif,Achmad. Teori Ekonomi Mikro. 2013. Surabaya: Jenggala Pustaka Umum.
Munif,Achmad. Teori Ekonomi Mikro. 2013. Surabaya: Jenggala Pustaka Umum.
Pramutoko,Bayu.
Pengantar Ilmu Ekonomi 1. 2012. Surabaya: Jenggala Pustaka Umum.
Pramutoko,Bayu. Teori
Ekonomi Mikro. 2013. Surabaya: Jenggala Pustaka Umum.
Sukirno,Sadono. Mikro Ekonomi. 1994. Jakarta. PT Raja Grafindo Persada
Sukirno,Sadono. Mikro Ekonomi. 1994. Jakarta. PT Raja Grafindo Persada












kok ga bisa ada gambarnya ya mbak??
BalasHapusSaya ingin berbagi kesaksian tentang bagaimana layanan pendanaan Le_Meridian membantu saya dengan pinjaman 2.000.000,00 USD untuk membiayai proyek pertanian ganja saya, saya sangat berterima kasih dan saya berjanji untuk membagikan perusahaan pendanaan yang sah ini kepada siapa pun yang mencari cara untuk memperluas bisnisnya project.the company adalah perusahaan pendanaan UK / USA. Siapa pun yang mencari dukungan keuangan harus menghubungi mereka di lfdsloans@outlook.com Atau lfdsloans@lemeridianfds.com Bpk. Benjamin juga menggunakan whatsapp 1-989-394-3740 untuk mempermudah segala pemohon.
BalasHapus188Bet - Tricks and tricks for making money from online sports
BalasHapus188bet is one of the 메리트카지노 most interesting betting 카지노 sites for 188bet punters in the industry. It's licensed by UKGC and
11bet Bonus Code for 2021 - CasinoInJapan
BalasHapus11bet is ミスティーノ one of the best mobile casinos and offers a large welcome bonus. This offer was created by a 10bet casino in the casino. Rating: 6/10 코인카지노 · Review by CasinoInJapan.com